Sunday, March 16, 2014

Rahim Ibu adalah Ruang Kelas, Bukan Ruang Tunggu


Ini adalah kelanjutan dari catatan kecil saya sebelumnya.

Pembentukan karakter anak, pada dasarnya dibentuk sejak anak masih dalam kandungan. Perumpamaannya, rahim ibu adalah ruang kelas, bukan ruang tunggu. Jadi, di dalam rahim, anak-anak kita sebenarnya belajar dari ibunya. Janin bukan sedang diam menunggu saat dilahirkan; ia menyerap informasi, lalu merekamnya di otak. 


Ustadz Ucu bercerita, pernah mendapat pasien seorang anak berusia 2,5 tahun yang omongannya ”luar biasa”. Selain berkata kasar, anak itu juga selalu menghina orang-orang yang dilihatnya. Misalnya, jika ada orang berhidung ”sedikit mancung” (mancungnya sedikit, banyakan peseknya), si anak akan spontan mengejek orang tersebut. Tentu, ini bukan hal yang lumrah bagi anak seumuran itu.



Saat di-therapy, si ibu bilang bahwa selama ini dia tidak pernah bersikap seperti itu di depan anaknya. Usut punya usut, ternyata saat hamil dulu, si Ibu ini suka bergosip (membicarakan keburukan orang lain) dan berkata kasar. Disitulah baru diketahui akar masalahnya.



Tentu kita tidak ingin hal seperti ini terjadi pada kita dan anak-anak kita kan, Bunda?


Baca kelanjutannya disini

2 comments:

Irowati said...

Makanya benar apa yg dinasehatkan orang tua kita ya mbak...kalau lg hamil dijaga tingkah laku dan kebiasaannya, hindari yg buruk2....ternyata memang ada sebab akibatnya spt ini ya...

Galeri Nayfah said...

Benar, mbak Irowati. Orang tua biasanya belajar dari pengalaman :)