Skip to main content

Anak dan Pembentukan Karakter


Miris sekali membaca berita tentang anak kelas 1 SD yang tewas karena dikeroyok teman-teman sekelasnya. Cuplikan beritanya bisa dibaca disini.

Masyarakat pun terbelalak. Siapa orang tuanya? Kok bisa anak-anak kecil bertindak sedemikian brutal? Bahkan ada wacana bahwa Indonesia dalam keadaan ”darurat pendidikan anak” dan harus ada seorang menteri yang khusus menangani masalah ini. Benarkah demikian?

Tindakan brutal anak tidak hanya dipengaruhi satu atau dua faktor. Ada banyak sekali faktor yang membentuk perilaku dan sifat anak.



Pertama, orang tua. Siapa yang setiap hari menjaga anak, mengawasi setiap tingkah lakunya, dan bertanggung jawab sebagai pendidik utama? Jawabannya mutlak: ORANG TUA! Sayangnya, sudah menjadi rahasia umum di negeri kita ini bahwa orang tua mendidik dengan cara kasar itu adalah hal yang ”diwajarkan”. Mengapa saya bilang ”diwajarkan”? Karena sebenarnya itu TIDAK WAJAR, namun dianggap biasa oleh masyarakat.

Sering saya melihat orang tua yang seenaknya saja memukul anaknya ketika si anak melakukan kesalahan-kesalahan. Jangankan melakukan kesalahan, mereka tidak mau makan saja dipukul. Menurut saya, sangat tak pantas seorang ibu/ayah memukul anaknya hanya karena anaknya tak mau makan. Ayolah, kita berpikir jernih sejenak. Keadaan lambung setiap orang berbeda-beda, termasuk anak. Ada anak yang pencernaannya bagus dan bisa mencerna makanan sebanyak apapun, dan ada juga anak-anak yang nafsu makannya rendah. Biasanya, para ortu membandingkan anaknya dengan anak-anak lain yang makannya lebih banyak. Akhirnya apa? Anak menjadi pelampiasan emosi orang tua.

Marah itu tidak mendidik. Marah adalah cara kita melampiaskan emosi.

Anak yang dibiasakan dengan kekerasan akan membuat mereka merasa benar ketika mereka juga melakukan hal itu. Anak-anak masih belum bisa berpikir panjang.
”Mama boleh memukul, kenapa aku tidak?” itulah yang ada di pikiran mereka.

Saya ambil sebuah pembanding, tentang anak saya Nayfah. Cobalah tanya dia, dicubit itu seperti apa? Maka dia akan melongo karena tidak tahu seperti apa dicubit. Dipukul itu seperti apa? Dia pun tak tahu, karena sejak lahir dia tak pernah mengetahuinya. Jangankan berbuat kasar pada orang lain, bentuk “cubit” dan “pukul” saja dia tidak mengerti.
Saya harap anak-anak dari pembaca juga sama seperti Nayfah.
 
Faktor kedua, lingkungan. Tempat bermain anak-anak adalah faktor terbesar kedua dalam pembentukan karakter. Pernahkah anda mendengar hadits berikut ini:

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Sama halnya dengan yang terjadi pada anak-anak kita. Untuk mengetahui baik buruknya lingkungan bermainnya, tentu kita harus menemani mereka.
Menemani anak bermain itu penting, karena saat bermain, anak-anak bisa saja mendapat sugesti positif atau sugesti negatif.

Misalnya, ada teman anak kita yang berkata kotor, kita bisa segera menegurnya. Atau jika ada teman anak yang berkata ”Terima kasih, maaf, permisi”, dan kata-kata positif lainnya, jangan ragu untuk memuji mereka. Anak kita akan belajar dari apa yang dilihat dan dialaminya. Jika kita menegur anak yang berkata kotor, anak kita akan tahu bahwa kita tidak menyukai hal itu. Begitu pula sebaliknya.

Pembahasan faktor Lingkungan ini akan saya lanjutkan pada posting berikutnya.
 

Comments

Popular posts from this blog

Crochet Toddler Dress Pattern

Hello, there!  Since there were many people asking me for the written pattern, I translated the pattern to a pdf (consisting diagrams, written pattern and step-by-step tutorial). Here are the pattern:   Crochet Toddler Dress Pattern Translated by Novelia Ummu Nayfah (La LĂ©h Crochet)  Materials: Bali cotton yarn in green (2 cakes of @100 grams), white (2 cakes  of @100 grams), and small amount of yellow. FYI, the texture of bali cotton yarn looks like bamboo yarn. You may use other sport-weight yarns. Hook: 4/0 Tulip Etimo Rose hook (2.50 mm) Thread and sewing needle (you may use hot-melted glue) Synthetic flowers (you may use  this flower  as accessory) Stitches: Slip stitch (sl st) Chain (ch) Single Crochet (sc) Double crochet (dc) 2dc, ch 2, 2dc  shell 5dc  solid shell Rep: repeat Beg: beginning dc2tog dc3tog Finished size: Waist (circle)  :           21.5" Length             :           22" *This is approxima

Karakteristik Benang Rajut

Di Indonesia, benang yang paling popular adalah benang acrylic wool , atau yang lebih familiar disebut “benang siet”. Namun, sebenarnya jenis benang sangat bervariasi. Berikut diantaranya: 1.       Benang katun ( Cotton yarn ) Sesuai namanya, benang yang umum digunakan oleh para pemula ini terbuat dari serat kapas. Benang katun bersifat dingin, mudah menyerap keringat, lentur, kuat, ringan, dan memiliki banyak varian warna. Benang ini termasuk “benang multiproject ”, karena bisa digunakan untuk berbagai macam jenis rajutan. Misalnya, bros, bandana, pinggiran kerudung, syal, tatakan gelas, tas, sepatu, sandal, dan sebagainya. Berdasarkan varian warnanya, benang katun dibagi menjadi dua kelompok, yaitu plain (polos) dan ombre (warna sembur/gradasi). Tingkat kehalusannya pun berbeda-beda antara jenis benang katun yang satu dengan yang lain. Soft cotton , misalnya, adalah yang paling halus diantara benang berbahan dasar kapas. Sementara itu, satu tingkat di bawahnya, ada katun b

DIY Tutorial Cara Menjahit Baju Tidur a.k.a. Sexy Sleep Wear (tanktop dan short)

Bismillah, Akhirnya, setelah sekian lama blog ini terbengkalai, saya siap dengan project baru lagi. Rajutan? Bukan! Kali ini baju tidur 😊 Beberapa pekan lalu, saya membongkar koleksi perca. Perca berbagai ukuran banyak menumpuk disana. Hehe... khas crafter lah, sayang kalau perca dibuang begitu saja. Di antara tumpukan itu, saya menemukan sehelai kain yang lumayan lebar, sisa membuat kerudung Nayfah tahun lalu. Awalnya bingung mau dibuat apa. Hingga akhirnya, terlintas ide untuk mencoba membuat baju tidur yang terlihat cute . Setelah browsing sana-sini tentang cara membuat tanktop dan celana pendek, saya beranikan diri untuk praktek. Tak disangka, saat saya menunggahnya di akun facebook dan instagram , banyak sekali yang mengapresiasinya. Karena itulah, saya buat pola dan tutorialnya; agar semua istri bisa membuat "baju anti pelakor"-nya sendiri. 😄 Target awal saya, setidaknya sepekan setelah upload foto tersebut, saya akan memposting polanya. Qodarullah, ternyata mouse rus