Saturday, April 5, 2014

Ummi, Jangan Lepas Kerudungku

Tepat seminggu yang lalu, kami berkunjung ke rumah kerabat di Tangerang. Sudah lama Nayfah tidak bertemu sepupu-sepupunya.

Saat itu kami datang di waktu yang "salah", karena ternyata siang itu ada jadwal fogging di rumah mbak Warna, kerabat saya itu. Suara mesin fogging menunjukkan bahwa tak lama lagi mereka tiba. Jadi kami hanya duduk-duduk di teras rumah. 

Matahari bersinar terik, panasnya menyengat sekali. Saya berkeringat.
"Ummi, Nay keringetan..." kata Nayfah sambil berdiri di depan kursi tempat saya duduk. Saya pikir dia ingin saya membuka kerudungnya. Segera saya buka.
"Jangan, Ummi, jangan... Nay malu!" Katanya sambil membenamkan wajah ke pangkuan saya.
"Nggak apa-apa dilepas dulu kalo Nay keringetan, " jawab saya.
"Jangan, Ummi... Nay malu," katanya lagi, dengan muka merah dan mata berkaca-kaca.

Terenyuh hati saya.. Ternyata anak sekecil Nayfah bisa merasa malu saat auratnya terlihat sepupu-sepupu mungilnya. Nayfah, setiap akan keluar rumah biasanya meminta kaos kaki. "Alulat, Ummi..." (aurat, ummi...) katanya.

Ya Rabb... jadikanlah ia anak shalihah yang kelak menjadi ibu dari orang-orang beriman yang memperjuangkan agama-Mu. Amin...


NB: Untuk para Bunda yang ingin anaknya shalihah, ingatlah ini: Anak adalah cermin orang tua. Semua yang dilakukannya adalah proses adaptasi dengan orang tuanya. Jika orang tua membiasakan anak untuk menutup aurat, maka dengan sendirinya anak akan merasa bahwa menutup aurat adalah sebuah keharusan. Tanpa disuruh pun mereka akan melakukannya.


No comments: