Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2014

Yuk, Belajar!

"Mbak Nov, materi belajar Nayfah setiap hari hanya belajar kreatifitas saja, ya? Saya sering mampir ke blog mbak untuk cari inspirasi aktivitas anak. Boleh tahu aktifitas apa saja yang mbak berikan untuk Nayfah?" tanya seorang teman via inbox ke akun facebook saya . Sebenarnya, ada banyak materi pelajaran Nayfah. Hanya saja, yang saya posting di blog adalah pelajaran kreatifitasnya. Basically, Nayfah suka belajar apapun. Saya mengajarinya berlatih motorik halus, mengenal huruf, perbandingan, dll. Yang ingin tahu materi belajarnya, berikut saya beri sedikit contoh: Untuk melatih motorik halusnya, saya membuat garis putus-putus seperti di bawah ini: Nayfah menulis mengikuti garis putus-putus, dari pangkal (simbol lingkaran) hingga ujung (simbol segitiga). Untuk menggunting, untuk mengenalan awal saya menggunakan garis lurus putus-putus seperti di atas, tapi lebih panjang. Masing-masing dengan posisi vertikal (3 buah), dan horizontal (3 buah). Setelah menyelesaikan

Main Masak-masakan a la Nayfah

Aduk terus ^_^   Hi, Moms! Si kecil suka main masak-masakan? Daripada pakai clay, kenapa tidak mencoba membuat sesuatu yang benar-benar bisa dimakan? Nayfah suka memasak. Dia sudah mulai terampil mengocok telur, mengaduk tepung dengan adonan, menguleni, menggiling, dan mencetak. Bikin adonan pancake, biasanya dimakan dengan olesan madu.   Memang, hasilnya tak sebagus bikinan orang dewasa. Tapi beneran seru lho Moms, seru banget! Kotor, berantakan, itu pasti. Kadang pusing juga sih, kalau melihat rumah berantakan, tepung bertebaran di dapur, mainan bertebaran di ruang tamu, buku berserakan di kamar, dan sebagainya. Tapi kalau melihat Nayfah dengan wajah lugu dan khusyu'nya menguleni adonan sambil sesekali menggaruk kepala dan wajahnya hingga belepotan, lucu banget! Hihihi... Rasa pening hilang semua, ketawa-ketawa berdua. Saya tertawa karena melihatnya, sedangkan Nayfah tertawa karena melihat saya tertawa :D  Orang lain mungkin akan marah ketika anak-anaknya menumpah

Yummy Meatball —Bakso Sapi Spesial Super Mental

Seperti yang saya sebutkan di posting sebelumnya bahwa hari ini saya punya dua projects, maka kali ini saya share tentang project kedua saya. Awalnya, beberapa hari lalu mencoba membuat bakso dengan menggunakan resep yang saya dapat dari sebuah laman khusus masakan. Hasilnya? Wow, gagal total! Hihihi... Berbekal pengalaman berkali-kali gagal, kali ini saya mencoba memodifikasi resep. Bakso kali ini maknyus lho, lebih enak dari bakso yang biasa dibeli Abinya Nayfah :D Kuah: 4 siung bawang putih 3 butir bawang merah 1 buah bawang daun (bawang pre) 1 sdt garam 1/2 sdt merica Potongan urat / iga / tetelan Air sekitar 2 liter Bakso: 500 gram daging sapi tanpa lemak (saya kurang tahu namanya apa, yang jelas penjual daging sudah mengerti jika kita bilang "Mau beli daging untuk bakso halus." 2 sdm minyak goreng bawang putih goreng, tumbuk halus. 6 buah blok es (masing-masing ukurannya sekitar 2x2 atau 2x3 cm) 3 butir putih telur (saya memakai telur ayam kamp

Gantungan Resep Ummi dan Nayfah

Punya kardus bekas? Jangan dibuang dulu! Dengan sedikit kreatifitas, bisa menjadi benda unik seperti ini. Ini tempat kertas resep. Ceritanya, akhir-akhir ini saya dan Nayfah sering main "masak-masakan". Yah, daripada cuma bikin clay yang hanya dibentuk dan dijemur, mending bikin sesuatu yang benar-benar bisa dimakan. Nah, boks mungil ini saya gunakan untuk meletakkan kertas-kertas resep yang sudah ditandai dengan kata "BERHASIL". Saya menggunakan kardus bekas air mineral, cukup ambil di bagian atas (lipatan kardus yang kecil), lalu dibentuk seperti box. Selanjutnya, tempelkan stik es krim dan hias dengan rajutan, manik, kancing, atau ranting kering dan daun. So cute  ^_^ Dari depan terlihat seperti ini. Bagian belakang Bagian atas Bagian bawah

Home Schooling: Gurunya siapa?

Ada satu pertanyaan yang rupanya kini sedang menjadi tren di masyarakat. Jika bertemu anak-anak, hampir selalu, mereka bertanya, “Sekolahnya dimana?” Sepertinya, yang bisa membuat anak menjadi pintar adalah sekolah. Coba saja perhatikan, kalau ada anak pintar, pasti orang-orang akan bertanya seperti itu dengan maksud ingin menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang sama. Wow… saya melihat gejala “revolusi pemikiran” disini. Para orang tua rupanya lebih cenderung berpikir praktis tentang pendidikan. Ingin anak menjadi pintar? Masukkan saja ke sekolah internasional! Atau ke sekolah favorit yang biayanya masih masuk akal walau peluang diterima hampir 0%. Guru pun dianggap “dewa ilmu” yang tanpa dirinya anak-anak manusia tak akan bisa mendapat “pencerahan” untuk kehidupan. Terlalu berlebihan? Tidak, menurut saya. Masyarakat sekarang cenderung ingin yang praktis. Pernah melihat anak-anak SD les matematika? Saya pernah, dan terlalu sering. Padahal, jika kita telisik lagi, se

Bola-bola Singkong

Sesuai komitmen saya, home-cooking menjadi salah satu materi ajar wajib untuk Nayfah. Beruntung, hari ini saat berjalan pagi bersama Nayfah,  saya bertemu penjual singkong. Wah... betapa senangnya :) Sejak dua minggu lalu saya mencari umbi-umbian yang satu ini. Kangen dengan camilan saat masih di kampung. Namanya "korket sabrang" alias kroket singkong. Makanan ini biasa disantap dengan sambal kacang, atau menjadi pelengkap "kalsot" alias kaldu soto. Beuh... rasanya sederhana, tapi kalau dipadukan dengan maknyus-nya sambal kacang, wah... *ngeces* tak terlupakan :D Demi mengobati rasa rindu itu, hari ini saya nekat membuatnya. Nekat? Iya! Karena saya sendiri tak pernah tahu resep aslinya walau tinggal di Madura selama 25 tahun. Hehe... Asisten dapur saya hari ini, as usual, Nayfah. Alhamdulillah tangan mungilnya sudah mulai terampil bekerja di dapur. Rencana awal sih mau bikin pancake atau crepes kesukaan Nay. Tapi berhubung singkong sudah terbeli, yuk mari kita bi