Skip to main content

Bola-bola Singkong

Sesuai komitmen saya, home-cooking menjadi salah satu materi ajar wajib untuk Nayfah. Beruntung, hari ini saat berjalan pagi bersama Nayfah,  saya bertemu penjual singkong. Wah... betapa senangnya :)
Sejak dua minggu lalu saya mencari umbi-umbian yang satu ini. Kangen dengan camilan saat masih di kampung. Namanya "korket sabrang" alias kroket singkong. Makanan ini biasa disantap dengan sambal kacang, atau menjadi pelengkap "kalsot" alias kaldu soto. Beuh... rasanya sederhana, tapi kalau dipadukan dengan maknyus-nya sambal kacang, wah... *ngeces* tak terlupakan :D

Demi mengobati rasa rindu itu, hari ini saya nekat membuatnya. Nekat? Iya! Karena saya sendiri tak pernah tahu resep aslinya walau tinggal di Madura selama 25 tahun. Hehe...
Asisten dapur saya hari ini, as usual, Nayfah. Alhamdulillah tangan mungilnya sudah mulai terampil bekerja di dapur. Rencana awal sih mau bikin pancake atau crepes kesukaan Nay. Tapi berhubung singkong sudah terbeli, yuk mari kita bikin saja ^_^

Bahan:
Singkong sekitar 750 gr (rebus hingga matang, tapi jangan sampai lembek. Asal mudah ditumbuk saja)
Bawang putih 1 siung
Merica 1/4 sdt
Garam secukupnya (sy memasang sekitar 1 sdt)
Tambahkan irisan bawang pre atau daun kucai jika ingin tampilan kroket lebih menarik

Cara:
1.   Haluskan bawang putih, garam, dan merica.
2.   Tumbuk satu persatu singkong yang masih panas di cobek, lalu ulek sebentar.
3.   Masukkan daun bawang/kucai, aduk rata.
4.   Bentuk bola-bola kecil.
5.   Goreng dengan minyak banyak dan api sedang.
Jika ingin anak lebih tertarik dg camilan ini, tusuk bola-bola singkong dengan tusuk sate, jangan lupa potong bagian runcingnya agar aman.
Nayfah lebih suka memakannya dengan kecap manis :)

*ket foto:
Bentuk asli korket sabrang seperti yang bentuknya besar. Yg bentuk seperti bola hasil bikinan Umminya Nay, sedangkan yg lonjong-lonjong kecil itu hasil kreasi Nayfah. Katanya mau bikin bentuk cabai :D

Comments

Popular posts from this blog

Crochet Toddler Dress Pattern

Hello, there!  Since there were many people asking me for the written pattern, I translated the pattern to a pdf (consisting diagrams, written pattern and step-by-step tutorial). Here are the pattern:   Crochet Toddler Dress Pattern Translated by Novelia Ummu Nayfah (La LĂ©h Crochet)  Materials: Bali cotton yarn in green (2 cakes of @100 grams), white (2 cakes  of @100 grams), and small amount of yellow. FYI, the texture of bali cotton yarn looks like bamboo yarn. You may use other sport-weight yarns. Hook: 4/0 Tulip Etimo Rose hook (2.50 mm) Thread and sewing needle (you may use hot-melted glue) Synthetic flowers (you may use  this flower  as accessory) Stitches: Slip stitch (sl st) Chain (ch) Single Crochet (sc) Double crochet (dc) 2dc, ch 2, 2dc  shell 5dc  solid shell Rep: repeat Beg: beginning dc2tog dc3tog Finished size: Waist (circle)  :           21.5" Length             :           22" *This is approxima

Karakteristik Benang Rajut

Di Indonesia, benang yang paling popular adalah benang acrylic wool , atau yang lebih familiar disebut “benang siet”. Namun, sebenarnya jenis benang sangat bervariasi. Berikut diantaranya: 1.       Benang katun ( Cotton yarn ) Sesuai namanya, benang yang umum digunakan oleh para pemula ini terbuat dari serat kapas. Benang katun bersifat dingin, mudah menyerap keringat, lentur, kuat, ringan, dan memiliki banyak varian warna. Benang ini termasuk “benang multiproject ”, karena bisa digunakan untuk berbagai macam jenis rajutan. Misalnya, bros, bandana, pinggiran kerudung, syal, tatakan gelas, tas, sepatu, sandal, dan sebagainya. Berdasarkan varian warnanya, benang katun dibagi menjadi dua kelompok, yaitu plain (polos) dan ombre (warna sembur/gradasi). Tingkat kehalusannya pun berbeda-beda antara jenis benang katun yang satu dengan yang lain. Soft cotton , misalnya, adalah yang paling halus diantara benang berbahan dasar kapas. Sementara itu, satu tingkat di bawahnya, ada katun b

DIY Tutorial Cara Menjahit Baju Tidur a.k.a. Sexy Sleep Wear (tanktop dan short)

Bismillah, Akhirnya, setelah sekian lama blog ini terbengkalai, saya siap dengan project baru lagi. Rajutan? Bukan! Kali ini baju tidur 😊 Beberapa pekan lalu, saya membongkar koleksi perca. Perca berbagai ukuran banyak menumpuk disana. Hehe... khas crafter lah, sayang kalau perca dibuang begitu saja. Di antara tumpukan itu, saya menemukan sehelai kain yang lumayan lebar, sisa membuat kerudung Nayfah tahun lalu. Awalnya bingung mau dibuat apa. Hingga akhirnya, terlintas ide untuk mencoba membuat baju tidur yang terlihat cute . Setelah browsing sana-sini tentang cara membuat tanktop dan celana pendek, saya beranikan diri untuk praktek. Tak disangka, saat saya menunggahnya di akun facebook dan instagram , banyak sekali yang mengapresiasinya. Karena itulah, saya buat pola dan tutorialnya; agar semua istri bisa membuat "baju anti pelakor"-nya sendiri. 😄 Target awal saya, setidaknya sepekan setelah upload foto tersebut, saya akan memposting polanya. Qodarullah, ternyata mouse rus