Skip to main content

Intip Inbox: Kurikulum dan Target

Assalamu alakum ummi, Perkenalkan sya nur jannah, sya suka baca blog ummi tntang homeshcooling,, Ada prtanyaan usia brp dmulai homeshcooling trus ada kurikulumnya ga?dan ada target pencapaian ga,harus bisa apa di usia berapa?
Wa'alaykumussalam, Bunda Nur...

Pada dasarnya, pendidikan untuk anak dimulai sejak bayi masih dalam kandungan. Untuk hal ini bisa dibaca di posting berikut. Bahkan, jika Bunda belajar tentang Islamic Parenting, maka proses pendidikan anak dimulai sejak kita memilih pasangan. Pasangan yang shalih/shalihah adalah poin penting untuk pendidikan anak kelak, karena bagaimanapun, orang tua adalah guru pertama dan utama anak.

Tentang kurikulum, saya rasa harus ada yang diluruskan disini. Home schooling atau sekolah rumah adalah mendidik anak dengan cara kekeluargaan, meningkatkan bonding dengan anak-anak sehingga mereka merasa nyaman belajar bersama orang tuanya. Home schooling bukan berarti memindahkan sekolah --dengan segala kurikulumnya-- ke rumah.

Target belajar bisa disesuaikan dengan ketertarikan anak. Untuk usia di bawah 5 tahun, saya sangat TIDAK menyarankan orang tua untuk mengajari anak-anaknya membaca dan menulis. Usia di bawah 7 tahun masih terlalu dini untuk hal-hal seperti itu. Anak-anak seusia itu akan tertekan ketika mereka harus belajar membedakan huruf dan angka. Bagi mereka, huruf dan angka itu adalah gambar, BUKAN huruf. Mengenalkan huruf masih diperkenankan, selama anak enjoy. Namun jangan menyuruh anak merangkai B-A=BA. Otak mereka masih belum siap.

Lalu apa yang cocok untuk diajarkan? Saran saya, untuk Muslim, ajarkan anak menghafal al-Qur'an. Usia dini sangat memungkinkan anak untuk cepat menghafal. Kemampuan mengingat mereka bisa diibaratkan seperti ingatan gajah. Sebagai sampingan, ajarkan anak mengasah kemampuan motorik dan kemampuan seninya. Untuk melatih kemampuan motorik ada di posting berikut.
Untuk waktu belajar, saya menyarankan waktu belajar sekitar pukul 7.00-11.00 pagi. Karena di waktu itu (waktu dhuha), otak sangat peka untuk menyerap informasi.

Untuk sementara ini yang bisa saya share, Bunda. Soalnya belum tahu usia anaknya berapa tahun, hehe... Semoga bermanfaat ^_^

Comments

Popular posts from this blog

Crochet Toddler Dress Pattern

Hello, there!  Since there were many people asking me for the written pattern, I translated the pattern to a pdf (consisting diagrams, written pattern and step-by-step tutorial). Here are the pattern:   Crochet Toddler Dress Pattern Translated by Novelia Ummu Nayfah (La Léh Crochet)  Materials: Bali cotton yarn in green (2 cakes of @100 grams), white (2 cakes  of @100 grams), and small amount of yellow. FYI, the texture of bali cotton yarn looks like bamboo yarn. You may use other sport-weight yarns. Hook: 4/0 Tulip Etimo Rose hook (2.50 mm) Thread and sewing needle (you may use hot-melted glue) Synthetic flowers (you may use  this flower  as accessory) Stitches: Slip stitch (sl st) Chain (ch) Single Crochet (sc) Double crochet (dc) 2dc, ch 2, 2dc  shell 5dc  solid shell Rep: repeat Beg: beginning dc2tog dc3tog Finished size: Waist (circle)  :           21.5" Length             :           22" *This is approxima

Karakteristik Benang Rajut

Di Indonesia, benang yang paling popular adalah benang acrylic wool , atau yang lebih familiar disebut “benang siet”. Namun, sebenarnya jenis benang sangat bervariasi. Berikut diantaranya: 1.       Benang katun ( Cotton yarn ) Sesuai namanya, benang yang umum digunakan oleh para pemula ini terbuat dari serat kapas. Benang katun bersifat dingin, mudah menyerap keringat, lentur, kuat, ringan, dan memiliki banyak varian warna. Benang ini termasuk “benang multiproject ”, karena bisa digunakan untuk berbagai macam jenis rajutan. Misalnya, bros, bandana, pinggiran kerudung, syal, tatakan gelas, tas, sepatu, sandal, dan sebagainya. Berdasarkan varian warnanya, benang katun dibagi menjadi dua kelompok, yaitu plain (polos) dan ombre (warna sembur/gradasi). Tingkat kehalusannya pun berbeda-beda antara jenis benang katun yang satu dengan yang lain. Soft cotton , misalnya, adalah yang paling halus diantara benang berbahan dasar kapas. Sementara itu, satu tingkat di bawahnya, ada katun b

Bagaimana Menghitung Harga Rajutan?

Bagaimana sih, menentukan harga untuk hasil rajutan kita? Perajut A harganya sekian, perajut B sekian, sedangkan perajut lainnya sampai X, Y, Z harganya juga berbeda. Nasehat saya: jangan pernah menjadikan harga orang lain sebagai patokan. Takut kalah saingan dengan yang menjual dengan harga murah? Padahal mungkin saja mereka baru bisa merajut. Jadi, harga dibuat semurah mungkin supaya cepat balik modal dan mereka bisa terus merajut.Bisa juga karena mereka memproduksi secara massal, dengan mengupah orang lain dengan gaji sangat rendah. Hasilnya? Anda bisa melihat rajutan-rajutan yang dijual di pasar yang harganya amat sangat murah sekali. Hingga orang-orang akan berpikir, "Untuk apa susah-susah membuat bros rajut jika kita bisa membelinya di pasar dengan harga Rp.2.000 per buah?" Beberapa perajut juga menetapkan harga tinggi. Biasanya, mereka adalah perajut-perajut yang sudah punya ”jam terbang” tinggi dan kualitas produknya memang bagus, sehingga orang